{"id":427,"date":"2025-07-20T21:20:00","date_gmt":"2025-07-20T13:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/hackidies.com\/site\/?p=427"},"modified":"2026-07-20T21:24:42","modified_gmt":"2026-07-20T13:24:42","slug":"sannas-storage-enterprise-itu-gak-cuma-sekadar-hard-disk-gede","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hackidies.com\/site\/2025\/07\/20\/sannas-storage-enterprise-itu-gak-cuma-sekadar-hard-disk-gede\/","title":{"rendered":"SAN,NAS? Storage enterprise itu gak cuma sekadar hard disk gede?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SAN vs NAS: Antara Dapur Pribadi dan Cloud Kitchen Korporat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dulu tiap server atau laptop itu ibarat koki yang masak di dapur rumahnya sendiri. Namanya <strong>DAS (Direct Attached Storage).<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua bahan makanan atau data disimpen di kulkas atau hard drive yang nempel langsung di samping kompornya. Kalau kita mau nambah kapasitas? Kita harus beli kulkas baru dan tempelin lagi ke server itu. Ribet kan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah sekarang kita kenalan sama SAN (Storage Area Network) dan NAS (Network Attached Storage).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangin ini tuh Cloud Kitchen pusat. Jadi semua koki atau server atau klien gak perlu punya kulkas gede gede lagi di mejanya. Mereka tinggal narik data dari Centralized Storage lewat jaringan yang super kenceng.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>NAS (Network Attached Storage)<\/strong><br>NAS itu kayak file server. Dia pake protokol kayak NFS (Network File System) atau SMB CIFS. Di sini klien nanya ke sistem: Eh kita mau buka file Laporan Keuangan xlsx dong! Sistem NAS bakal cari filenya kasih akses ke kita dan beres. NAS ini file level storage. Enak buat berbagi dokumen antar tim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SAN (Storage Area Network)<\/strong><br>SAN itu beda level. Dia pake protokol kayak iSCSI atau Fibre Channel (FC). Kalau NAS kasih file sedangkan SAN itu kasih blok. Jadi buat server atau klien SAN itu kelihatan kayak hard disk kosong yang baru dicolokin lewat kabel USB atau SAS padahal hard disk nya ada di ujung ruangan lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Server kita bakal format itu disk bikin file system nya sendiri (kayak NTFS atau EXT4) dan naruh data di sana. Ini block level storage yang performanya gila gilaan makanya sering dipake buat database atau aplikasi mission critical.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"559\" src=\"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/nas-dan-san.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-428\" srcset=\"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/nas-dan-san.jpg 1024w, https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/nas-dan-san-300x164.jpg 300w, https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/nas-dan-san-768x419.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jeroan di Balik Head (Controller)<\/strong><br>Jangan mikir storage itu cuma tumpukan disk doang ya. Di storage array seperti bikinan Dell,NetApp atau IBM ada yang namanya Controller (atau Head). Ini otak nya. Isinya? Mirip banget sama server kita:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>CPU dan RAM (DRAM): Buat ngeproses request I\/O.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Operating System (Proprietary)<\/strong>: Ini software sakti yang ngurusin fitur canggih kayak Deduplication (biar data duplikat gak makan tempat) dan Compression (biar data makin compact).<br><strong>Network Interface:<\/strong> Buat ngobrol sama network switch biar data bisa nyampe ke klien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kenapa storage perusahaan itu gede dan pake disk shelves?<\/strong> Karena kalau data center kita butuh 1 Petabyte kita gak mungkin kan stack disk di satu CPU doang? Makanya ada clustering. Kita bisa gabungin banyak controller jadi satu kesatuan sistem raksasa yang highly available.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kenapa harus ada dua controller (Dual Controller)?<\/strong><br>Simpel: Redudansi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dunia IT single point of failure itu haram hukumnya. Kalau satu controller mati (entah update firmware atau hardware rusak) controller satunya bakal takeover tugasnya secara otomatis. Jadi data kita tetep online. Zero downtime itu harga mati Bos!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Physical Topology: Small storage biasanya All in one (Controller tambah Disk di satu chassis). Kalau Enterprise controller dipisah dari Disk Shelves (sering disebut JBOD atau Disk Enclosure).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Scaling: Kita bisa scale out dengan nambah chassis atau node baru ke dalam cluster. Inilah alasan kenapa Data Center bisa ngembang dari 10 TB ke ratusan TB tanpa harus ganti infrastruktur total.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Protocol Difference: Inget NAS sama dengan <strong>File,<\/strong> SAN sama dengan <strong>Block<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAN vs NAS: Antara Dapur Pribadi dan Cloud Kitchen Korporat Dulu tiap server atau laptop itu ibarat koki yang masak di dapur rumahnya sendiri. Namanya DAS (Direct Attached Storage). Semua bahan makanan atau data disimpen di kulkas atau hard drive yang nempel langsung di samping kompornya. Kalau kita mau nambah kapasitas? Kita harus beli kulkas baru dan tempelin lagi ke server itu. Ribet kan? Nah sekarang kita kenalan sama SAN (Storage Area Network) dan NAS (Network Attached Storage). Bayangin ini tuh Cloud Kitchen pusat. Jadi semua koki atau server atau klien gak perlu punya kulkas gede gede lagi di mejanya. Mereka tinggal narik data dari Centralized Storage lewat jaringan yang super kenceng. NAS (Network Attached Storage)NAS itu kayak file server. Dia pake protokol kayak NFS (Network File System) atau SMB CIFS. Di sini klien nanya ke sistem: Eh kita mau buka file Laporan Keuangan xlsx dong! Sistem NAS bakal cari filenya kasih akses ke kita dan beres. NAS ini file level storage. Enak buat berbagi dokumen antar tim. SAN (Storage Area Network)SAN itu beda level. Dia pake protokol kayak iSCSI atau Fibre Channel (FC). Kalau NAS kasih file sedangkan SAN itu kasih blok. Jadi buat server atau klien SAN itu kelihatan kayak hard disk kosong yang baru dicolokin lewat kabel USB atau SAS padahal hard disk nya ada di ujung ruangan lain. Server kita bakal format itu disk bikin file system nya sendiri (kayak NTFS atau EXT4) dan naruh data di sana. Ini block level storage yang performanya gila gilaan makanya sering dipake buat database atau aplikasi mission critical. Jeroan di Balik Head (Controller)Jangan mikir storage itu cuma tumpukan disk doang ya. Di storage array seperti bikinan Dell,NetApp atau IBM ada yang namanya Controller (atau Head). Ini otak nya. Isinya? Mirip banget sama server kita: CPU dan RAM (DRAM): Buat ngeproses request I\/O. Operating System (Proprietary): Ini software sakti yang ngurusin fitur canggih kayak Deduplication (biar data duplikat gak makan tempat) dan Compression (biar data makin compact).Network Interface: Buat ngobrol sama network switch biar data bisa nyampe ke klien. Kenapa storage perusahaan itu gede dan pake disk shelves? Karena kalau data center kita butuh 1 Petabyte kita gak mungkin kan stack disk di satu CPU doang? Makanya ada clustering. Kita bisa gabungin banyak controller jadi satu kesatuan sistem raksasa yang highly available. Kenapa harus ada dua controller (Dual Controller)?Simpel: Redudansi. Di dunia IT single point of failure itu haram hukumnya. Kalau satu controller mati (entah update firmware atau hardware rusak) controller satunya bakal takeover tugasnya secara otomatis. Jadi data kita tetep online. Zero downtime itu harga mati Bos! Physical Topology: Small storage biasanya All in one (Controller tambah Disk di satu chassis). Kalau Enterprise controller dipisah dari Disk Shelves (sering disebut JBOD atau Disk Enclosure). Scaling: Kita bisa scale out dengan nambah chassis atau node baru ke dalam cluster. Inilah alasan kenapa Data Center bisa ngembang dari 10 TB ke ratusan TB tanpa harus ganti infrastruktur total. Protocol Difference: Inget NAS sama dengan File, SAN sama dengan Block.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":428,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[4,18],"tags":[],"class_list":["post-427","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-it-infrastructure","category-storage"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=427"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/427\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":429,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/427\/revisions\/429"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}