{"id":212,"date":"2021-04-29T19:55:00","date_gmt":"2021-04-29T11:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/hackidies.com\/site\/?p=212"},"modified":"2026-07-12T21:31:27","modified_gmt":"2026-07-12T13:31:27","slug":"fatwa-hati-perjanjian-primordial-di-masa-lalu-yang-jauh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hackidies.com\/site\/2021\/04\/29\/fatwa-hati-perjanjian-primordial-di-masa-lalu-yang-jauh\/","title":{"rendered":"Fatwa Hati : Perjanjian Primordial di Masa Lalu yang Jauh"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZkAZRdBNg6s?si=xCxoxbSiFkArc7sq\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Kugenggam tanganmu dan bertanya, &#8220;Apakah bisa kau membawa rasa yang engkau punya selamanya? Akan kuingatkan kepadamu tentang janji yang kau bawa?&#8221;<\/p>\n<p>Kata Letto dalam penggalan lirik lagu berjudul \u201cFatwa Hati\u201d, sontak saya pun &#8220;ngeh&#8221;, yah janji yang itu?<\/p>\n<p>Kabarnya, di masa lalu yang jauh sebelum sel sperma dan ovum berkolaborasi merakit raga di rahim ibu, kita semua dikumpulkan untuk briefing dan menyepakati kontrak ketuhanan yang disaksikan oleh Adam dan para admin langit alias malaikat.<\/p>\n<p>Tuhan bertanya langsung, &#8220;Bukankah Aku ini Tuhanmu?&#8221; Lalu kita semua serempak menjawab, &#8220;Betul, kami bersaksi.&#8221;<\/p>\n<p>Saya menemukan bahwa lagu ini bercerita tentang perjanjian awal ruh dengan Tuhan sebelum ditiupkan ke dalam jasad janin sempurna. Triliunan ruh telah mengambil kesaksian yang disaksikan oleh Adam dan para penduduk langit.<\/p>\n<p>Dalam anatomi hati manusia, Tuhan sudah menanamkan sebuah radar otomatis yang bernama fitrah. Senakal-nakalnya kita, setersesat apapun jalan hidup kita, pasti ada satu titik momen di mana hati kecil kita merasa kosong, merenung, dan butuh sandaran spiritual.<\/p>\n<p>Nah, perasaan rindu ketuhanan itu adalah bukti bahwa memori briefing di alam ruh tadi sedang menyala merespons panggilanNya.<\/p>\n<p>Ketika lahir ke dunia, sudah menjadi fitrah kita menangis kencang, bangun di tempat asing, tubuh mengerut dan dilupakan semuanya, sampai pada akhirnya tumbuh pelan-pelan, belajar, dan merangkai kembali ingatan akan janji itu. Ataukah kita memilih pura-pura tuli, sibuk sendiri, tumbuh semakin jauh, dan akhirnya meninggalkan?@wakgus<\/p>\n<p>\n\n\n\n<p><!-- \/wp:post-content --><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kugenggam tanganmu dan bertanya, &#8220;Apakah bisa kau membawa rasa yang engkau punya selamanya? Akan kuingatkan kepadamu tentang janji yang kau bawa?&#8221; Kata Letto dalam penggalan lirik lagu berjudul \u201cFatwa Hati\u201d, sontak saya pun &#8220;ngeh&#8221;, yah janji yang itu? Kabarnya, di masa lalu yang jauh sebelum sel sperma dan ovum berkolaborasi merakit raga di rahim ibu, kita semua dikumpulkan untuk briefing dan menyepakati kontrak ketuhanan yang disaksikan oleh Adam dan para admin langit alias malaikat. Tuhan bertanya langsung, &#8220;Bukankah Aku ini Tuhanmu?&#8221; Lalu kita semua serempak menjawab, &#8220;Betul, kami bersaksi.&#8221; Saya menemukan bahwa lagu ini bercerita tentang perjanjian awal ruh dengan Tuhan sebelum ditiupkan ke dalam jasad janin sempurna. Triliunan ruh telah mengambil kesaksian yang disaksikan oleh Adam dan para penduduk langit. Dalam anatomi hati manusia, Tuhan sudah menanamkan sebuah radar otomatis yang bernama fitrah. Senakal-nakalnya kita, setersesat apapun jalan hidup kita, pasti ada satu titik momen di mana hati kecil kita merasa kosong, merenung, dan butuh sandaran spiritual. Nah, perasaan rindu ketuhanan itu adalah bukti bahwa memori briefing di alam ruh tadi sedang menyala merespons panggilanNya. Ketika lahir ke dunia, sudah menjadi fitrah kita menangis kencang, bangun di tempat asing, tubuh mengerut dan dilupakan semuanya, sampai pada akhirnya tumbuh pelan-pelan, belajar, dan merangkai kembali ingatan akan janji itu. Ataukah kita memilih pura-pura tuli, sibuk sendiri, tumbuh semakin jauh, dan akhirnya meninggalkan?@wakgus<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":251,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sinestesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=212"}],"version-history":[{"count":38,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":301,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212\/revisions\/301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hackidies.com\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}